Belajar Menulis

Sebuah Jalan, Tiga Cerita
Hanya ada sebujur jalan di Dukuh Muneng. Ia menyiku dari jalan raya Caruban-Ngawi. Ujungnya bertemu jalan raya dan ujung lainnya membentuk gang buntu karena bersambung dengan pematang sawah. Lima tahun lalu orang-orang menancapkan tonggak papan nama di ujung jalan masuk dukuh. Tulisan di papan nama itu bunyinya “Jalan Kapten Tendean”. Tidak ada yang tahu mengapa harus nama itu yang dipakai. Cuma latah daripada tak ada nama jalan. Baca Selengkapnya..